5 Prosesor (Chipset) HP Terbaik di Tahun 2025

Jika Anda perhatikan, saat ini di industri mobile, SoC atau lebih dikenal chipset atau cip jadi tulang punggung utama sebuah smartphone. Karena itu, wajar ketika ada HP baru hadir, yang orang akan lihat adalah chipset apa yang digunakan di HP tersebut. Apakah Anda juga termasuk demikian?

Hal yang wajar sebenarnya memperhatikan chipset terlebih dulu sebelum memutuskan membeli sebuah HP. Chipset bisa dibilang adalah otak dari sebuah smartphone. Jika otaknya saja lambat tentu akan berpengaruh pada cara kerja HP tersebut.

Nah, jika Anda memang mencari HP dengan chipset terbaik, Anda bisa memilih HP yang dibekali salah satu dari 10 chipset ini.

Penentuan terbaik chipset ini didasarkan dari hasil beberapa benchmark seperti AnTuTu dan hasil pengalaman pakai HP yang pakai chipset tersebut. Tentu daftar ini bukan sesuatu yang mutlak. Namun, setidaknya bisa memberikan gambaran persaingan satu chipset dengan chipset lainnya.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut urutan chipset terbaik berdasarkan angka benchmark dari ponsel yang memakai chipset tersebut.

1. Snapdragon 8 Elite
Snapdragon 8 Elite, merupakan cip kencang dan penerus dari Snapdragon 8 Gen 3. Cip tersebut hadir dengan peningkatan performa signifikan dan berbagai fitur canggih yang siap mendefinisikan ulang pengalaman mobile.

Salah satu perubahan terbesar adalah penggunaan fabrikasi 3nm dari TSMC, yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi daya dan performa secara signifikan. Dengan arsitektur baru yang mengusung CPU Oryon, Snapdragon 8 Elite menjanjikan kecepatan dan responsivitas yang belum pernah ada sebelumnya.

Qualcomm juga meningkatkan kemampuan AI pada chipset ini, menjanjikan pengalaman pengguna yang lebih personal dan intuitif.

Karena arsitektur baru ini, Qualcomm tidak memberi nama cip ini sebagai Snapdragon 8 Gen 4. Dan ternyata ini juga didasari karena arsitektur Oryon digunakan di laptop dengan nama Snapdragon X Elite Karena itu, Qualcomm ingin seperti mem-branding ulang cip kelas atasnya untuk perangkat mobile.

Snapdragon 8 Elite mengusung 6 core performa yang bekerja pada kecepatan hingga 3.53 GHz. Menariknya, Qualcomm tidak menyertakan core efisiensi pada chipset ini.

Keputusan ini diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap beban kerja aplikasi modern, di mana core performa yang lebih banyak diyakini mampu memberikan kinerja yang lebih optimal.

Selain itu, Snapdragon 8 Elite juga dilengkapi dengan GPU Adreno yang menjanjikan peningkatan performa grafis hingga 20% dibandingkan generasi sebelumnya. Kemampuan gaming pada chipset ini siap menjalankan berbagai gim berat dengan lancar di pengaturan grafis maksimal.

Snapdragon 8 Elite telah diadopsi oleh beberapa produsen smartphone terkemuka. Salah satu yang pertama menggunakan chipset ini adalah iQOO 13, yang dirilis pada akhir tahun 2024. Smartphone ini hadir dengan spesifikasi kelas atas, seperti layar AMOLED 144Hz, baterai 6150mAh dengan fast charging 120W, dan sistem pendingin VC 7000 mm.

Selain iQOO 13, beberapa smartphone lain yang dikabarkan akan menggunakan Snapdragon 8 Elite antara lain adalah Asus ROG Phone 9 dan nubia Z70 Ultra. Kehadiran Snapdragon 8 Elite di perangkat-perangkat flagship ini tentu saja akan semakin memanaskan persaingan di pasar smartphone kelas atas.

Bagaimana dengan performa Snapdragon 8 Elite di benchmark sintetis?

Snapdragon 8 Elite mencetak skor fantastis di AnTuTu Benchmark, yaitu mencapai 3.025.991 poin. Skor yang didapatkan ini bahkan mengungguli skor Apple A18 Pro di iPhone 16 Pro Max yang meraih 2,7 juta poin.

Pada pengujian Geekbench, Snapdragon 8 Elite juga menunjukkan performa impresif dengan skor 3.260 poin untuk pengujian single-core dan 10.051 poin untuk multi-core.

Hasil ini menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, hampir 50% lebih tinggi dari pendahulunya, Snapdragon 8 Gen 3.

Peningkatan performa ini tidak lepas dari kemampuan AI yang disematkan pada Snapdragon 8 Elite. Qualcomm telah meningkatkan kemampuan AI Engine pada chipset ini, memungkinkan pemrosesan data yang lebih cepat dan efisien. Hal ini berdampak pada berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas foto dan video, hingga optimasi performa game dan aplikasi.

Sebagai seorang tech enthusiast, saya sangat mengapresiasi inovasi yang terus dilakukan oleh Qualcomm. Snapdragon 8 Elite adalah bukti nyata komitmen Qualcomm dalam menghadirkan performa maksimal untuk perangkat mobile.

Dengan teknologi canggih dan performa yang luar biasa, Snapdragon 8 Elite siap menjadi standar baru bagi chipset flagship di tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang.

2. Dimensity 9400

Dimensity 9400 hadir dengan fabrikasi 3nm generasi kedua dari TSMC, yang menjanjikan peningkatan efisiensi dan performa dibandingkan generasi sebelumnya. Fabrikasi yang lebih kecil ini memungkinkan lebih banyak transistor dipadatkan dalam chip, menghasilkan kinerja yang lebih baik dengan konsumsi daya yang lebih rendah.

Dari segi arsitektur CPU, Dimensity 9400 mengusung konfigurasi octa-core (delapan inti) dengan formasi 1+3+4. Formasi ini terdiri dari satu inti performa tinggi Cortex-X925 dengan kecepatan 3,62 GHz, tiga inti Cortex-X4 dengan kecepatan 3,3 GHz, dan empat inti efisiensi Cortex-A720 dengan kecepatan 2,4 GHz.

Konfigurasi ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa maksimal saat dibutuhkan dan efisiensi daya untuk penggunaan sehari-hari. Penggunaan inti Cortex-X925 memberikan peningkatan signifikan dalam performa single-core, yang penting untuk pengalaman pengguna yang responsif dan lancar.

Untuk performa grafis, Dimensity 9400 menggunakan GPU Mali-G925 Immortalis MP12 dengan frekuensi 1.6 GHz. Ini mendukung ray tracing hardware dan dapat menghasilkan grafis yang sangat realistis dan detail.

Dimensity 9400 juga membawa peningkatan signifikan dalam hal memori dan penyimpanan. Chipset ini mendukung RAM LPDDR5X dengan kecepatan hingga 10,7 Gbps, yang merupakan standar memori tercepat saat ini.

Selain itu, terdapat peningkatan pada cache L2 sebesar 100% dan cache L3 sebesar 50%, yang berkontribusi pada peningkatan performa secara keseluruhan.

Peningkatan ini memungkinkan transfer data yang lebih cepat dan efisien, sehingga aplikasi dan game dapat berjalan lebih lancar dan responsif. Dengan dukungan memori dan cache yang lebih cepat, Dimensity 9400 siap menangani tugas-tugas berat dan multitasking dengan mudah.

Kemampuan AI pada Dimensity 9400 juga ditingkatkan secara signifikan. Chipset ini dilengkapi dengan unit pemrosesan AI (APU) dengan performa AI yang lebih cepat dan efisien.

Peningkatan ini memungkinkan perangkat untuk menjalankan berbagai tugas berbasis AI, seperti pengenalan gambar, pemrosesan bahasa alami, dan peningkatan kualitas foto dan video, dengan lebih baik.

Dengan kemampuan AI yang ditingkatkan, Dimensity 9400 membuka peluang untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan personal.

Dalam benchmark sintetis, Dimensity 9400 menunjukkan performa yang sangat impresif. Pada AnTuTu Benchmark v10, chipset ini mencatatkan skor di atas 2,9 juta, melampaui banyak pesaingnya. Skor tinggi ini menunjukkan performa CPU dan GPU yang sangat baik.

Pada pengujian Geekbench, Dimensity 9400 juga mencatatkan skor yang tinggi baik pada pengujian single-core maupun multi-core. Selain performa CPU dan GPU yang tinggi, Dimensity 9400 juga unggul dalam kemampuan AI. Dalam pengujian benchmark AI, chipset ini menunjukkan hasil yang sangat baik, membuktikan kemampuan pemrosesan AI yang mumpuni.

Menilik data tersebut, tidak salah jika DImensity 9400 berada di bawah Snapdragon 8 Elite secara performa. Namun, saya melihat kalau Dimensity 9400 memiliki keunggulan dalam performa GPU dan kemampuan AI.

Beberapa sumber juga menyebutkan jika Dimensity 9400 menunjukkan performa yang lebih baik dalam perhitungan floating-point dan grafis, serta mendukung aplikasi AI yang lebih canggih dan beragam.

Beberapa perangkat yang menggunakan chipset Dimensity 9400 termasuk iQOO Neo 10 Pro, OPPO Find X8, OPPO Find X8 Pro, vivo X200, dan vivo X200 Pro. Perangkat-perangkat ini menikmati performa tinggi dan efisiensi daya yang ditawarkan oleh chipset ini, membuat pengalaman pengguna menjadi lebih cepat dan lancar.

3. Apple A18 Pro
Cip A18 Pro merupakan cip yang jadi “otak” iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max, A18 Pro. Cip ini merupakan penerus dari Apple A17 Pro yang digunakan di iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max.

Dengan peningkatan signifikan pada CPU, GPU, dan Neural Engine, A18 Pro menjanjikan pengalaman pengguna yang luar biasa, mulai dari performa gaming yang memukau hingga kemampuan AI yang lebih cerdas.

Salah satu faktor kunci di balik performa A18 Pro adalah fabrikasi 3nm generasi kedua dari TSMC. Teknologi canggih ini memungkinkan transistor dikemas lebih rapat, menghasilkan peningkatan performa dan efisiensi energi yang luar biasa.

Dibandingkan dengan A17 Pro, A18 Pro diklaim mampu menyajikan performa CPU hingga 15% lebih cepat dan performa GPU hingga 20% lebih kencang.

Selain itu, A18 Pro juga lebih hemat daya, sehingga berkontribusi pada daya tahan baterai iPhone 16 Pro series yang lebih lama. Saya sempat membaca artikel atau review terkait iPhone 15 Pro series yang daya tahan baterainya tergolong oke. Nah, iPhone 16 Pro series ini juga menawarkan daya tahan baterai yang lebih baik tanpa mengorbankan performa.

A18 Pro memiliki konfigurasi 6-core CPU yang terdiri dari 2 core performa tinggi dan 4 core hemat energi. Namun, yang membedakannya adalah kecepatan clock yang lebih tinggi dibandingkan A18.

GPU 6-core pada A18 Pro juga ditingkatkan dengan arsitektur baru yang lebih efisien. Kemampuan pemrosesan grafis yang superior ini memungkinkan iPhone 16 Pro series menjalankan game dengan setting grafis maksimal dan menikmati konten AR/VR dengan visual yang memukau.

Keunggulan A18 Pro tidak hanya terbatas pada CPU dan GPU. Neural Engine 16-core pada chipset ini mampu memproses 35 triliun operasi per detik, meningkatkan kemampuan perangkat dalam menjalankan berbagai tugas AI.

Pengguna dapat menikmati fitur-fitur AI canggih, seperti Live Translate yang lebih akurat, pengenalan suara yang lebih responsif, dan efek fotografi berbasis AI yang lebih menakjubkan.

Berbagai pengujian benchmark sintetis telah dilakukan untuk mengukur performa A18 Pro. Pada AnTuTu v10, A18 Pro berhasil meraih skor fantastis mencapai 1,7 juta poin, sementara di Geekbench, chipset ini mendapatkan skor sekitar 3.200 poin untuk single-core dan 7.800 poin untuk multi-core.

Skor ini menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan A17 Pro. Kemampuan AI A18 Pro juga terbukti sangat superior, memungkinkan iPhone 16 Pro series menyajikan pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan personal.

4. Apple A18

Apple A18 menjadi otak dibalik performa iPhone 16 dan iPhone 16 Plus yang diluncurkan pada September 2024. Apple A18 hadir sebagai penerus A16 Bionic, membawa peningkatan performa dan efisiensi daya yang signifikan. Apple A18 ini bisa dibilang versi yang sedikit lebih rendah dibanding A18 Pro.

Meskipun tidak sekencang varian Pro-nya, A18 tetap menawarkan kemampuan yang mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi dan game berat dengan lancar. Malah performanya masih tergolong oke dan ngebut, khas ponsel iPhone yang jarang nge-lag.

Apple A18 memakai fabrikasi 3nm TSMC, serupa dengan A18 Pro. Teknologi ini memungkinkan transistor dikemas lebih rapat, menghasilkan peningkatan performa dan efisiensi energi.

Dibandingkan dengan A16 Bionic, A18 diklaim mampu menyajikan performa CPU hingga 30% lebih cepat. A18 juga mampu memberikan performa CPU yang sama dengan A16 Bionic, namun dengan konsumsi daya 30% lebih rendah. Hal ini tentu berdampak positif pada daya tahan baterai iPhone 16 series.

Secara arsitektur, baik Apple A18 dan Apple A18 Pro punya kemiripan. Jumlah CPU yang ada di dalamnya juga serupa. Bedanya, A18 Pro memiliki GPU 6-inti, sedangkan A18 memiliki GPU 5-inti. Ini yang membuat performa A18 sebenarnya gak jauh beda dibanding Apple A18 Pro. Hanya kalah di performa grafis saja.

Satu lagi, A18 Pro mendukung fitur media canggih seperti layar ProMotion dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz, Always-On display, dan perekaman video ProRes. Fitur-fitur ini tidak tersedia di cip A18.

Untuk mengukur performa A18 secara nyata, beberapa pengujian benchmark sintetis telah dilakukan. Pada AnTuTu v10, A18 berhasil meraih skor sekitar 1,5 juta poin. Sementara di Geekbench, Apple A18 ini mendapatkan skor sekitar 3.000 poin untuk single-core dan 7.000 poin untuk multi-core.

Skor tersebut menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan pendahulunya. Kemampuan AI A18 juga patut diperhitungkan. Neural Engine 16-core yang disematkan mampu memproses 16 triliun operasi per detik, meningkatkan kemampuan perangkat dalam menjalankan berbagai tugas AI, seperti pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami, dan pengoptimalan kamera.

5. Apple A17 Pro

Apple menanggalkan akhiran “Bionic” pada SoC yang mereka pasang di iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max. SoC atau chipset yang dimaksud bernama Apple A17 Pro. Inilah SoC pertama didunia yang dibikin dengan fabrikasi 3 nm oleh TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Melalui SoC ini, Apple ingin menawarkan pengalaman main game yang lebih jos ketimbang pendahulunya, Apple A16 Bionic. Karena itu, berdasarkan klaim perusahaan, Apple A17 Pro disebut punya kemampuan olah grafis 20 lebih baik dari Apple A16 Bionic.

Kemampuan CPU-nya juga naik, tapi cuma 10 persen. Peningkatan lain ada di pemrosesan AI melalui neural engine (2x lebih kencang), serta kemampuan ray tracing (4x lebih cepat). Sejumlah peningkatan itu merupakan imbas dari fabrikasi lebih modern serta racikan komponen SoC yang baru.

Hal tersebut bisa dilihat mulai dari CPU yang dipakai Apple A17 Pro. Konfigurasi CPU SoC ini masih sama seperti pendahulunya, yakni enam inti CPU. Dua di antaranya adalah inti performa, sedangkan empat sisanya adalah inti efisiensi.

Ketika iPhone 15 Series rilis, Apple tak menyebut berapa clockspeed CPU sang chipset. Namun, situs CPU Monkey menyebut clock speed inti performa CPU Apple A17 Pro ada di angka 3,7 GHz, sedangkan inti efisiensinya 2,2 GHz.

Peningkatan kemampuan olah grafis juga diakibatkan oleh naiknya jumlah core GPU dari yang semula 5 menjadi 6. Menurut situs CPU Monkey, clock speed GPU SoC Apple ini adalah 0,7 GHz.

Untuk ray tracing, peningkatan kecepatannya disebabkan karena pemrosesannya kini sudah melibatkan GPU (hardware based). Hal ini berbeda dari Apple A16 Bionic yang pemrosesan ray tracing-nya mengandalkan kemampuan software.

Dalam situs yang sama, disebutkan pula skor GeekBench 6 yang diraih Apple 17 Pro. Kemampuan single core-nya meraih 2788 poin, sedangkan multi-core-nya mencapai 6845 poin.

 

Demikianlah pemaparan soal daftar chipset terbaik di industri mobile. Jika Anda memang mencari HP yang kencang dan berkelas, memang sebaiknya mencari HP dengan salah satu chipset dari daftar tersebut.